Saturday, January 31, 2015

Hyperandrogenism (Androgen Excess)

This post contains many medical terms, I'm not responsible for your misunderstanding. I suggest you to read it if only you work or have basic in medical field.



Hyperandrogenism dikarakterisikkan dengan kelebihan produksi androgen oleh ovarium dan/ kelenjar adrenal. Gejala-gejala klinis hyperandrogenism meliputi :
1. Unit Pilosebaceus
a. Jerawat, ditandai dengan peningkatan produksi sebum, follicular epidermal hyperproliferation, proliferasi Propionibacterium acnes, serta peradangan pada wajah dan sedikit pada punggung atau dada.
b. Hirsutism, didefinisikan sebagai pertumbuhan rambut yang berlebihan pada wanita di bagian tubuh di mana folikel rambut paling sensitif terhadap androgen seperti punggung bawah, tulang dada, perut, bahu, pantat, dan paha. Hormon androgen menyebabkan transformasi vellus (rambut halus, lembut dan tidak berpigmen) menjadi terminal hair (hitam, tebal, dan panjang).
c. Androgenetic alopecia merupakan kerontokan rambut akibat hormone androgen.
d. Virilisasi, ditandai dengan hipertrofi klitoris, suara menjadi berat, perkembangan otot, atropi payudara, hirsutism berat, kebotakan, dan menjadi maskulin. Hyperandrogenisme yang progresif juga menyebabkan oligomenorrhea dan amenorrhea yang menjadi tanda virilisasi.  
2.  Disfungsi ovulasi yang dapat menyebabkan infertilitas. Disfungsi ovulasi ini berupa kelainanan menstruasi seperti oligomenore, amenore, menorrhagia, metrorrhagia, nyeri panggul, premenstrual dysphoric syndrome dan gangguan fertilitas.
3.  Gangguan metabolik dan kardiovaskuler yang terkait dengan hyperandrogenism seperti insulin resisten DM tipe 2, dislipidemia, hipertensi, obesitas, level serum asam urat dan plasminogen inhibitor-1 yang tinggi.

Patofisiologi
Masih belum jelas patofisiologi yang mendasari timbulnya hyperandrogenism dari PCOS (Polycistic Ovary Syndrome). Secara umum, pasien dengan PCOS mempunyai kadar LH yang tinggi karena meningkatnya sekresi GnRH dari hipotalamus dan meningkatnya sensitifitas kelenjar pituitary terhadap GnRH. Meningkatnya kadar LH menyebabkan meningkatnya sekresi androgen dari sel theca, yang mengakibatkan meningkatnya kadar androstenedion dan testosterone yang dihasilkan ovarium. Hal ini kemudian menyebabkan atresia dari perkembangan folikel dan mengganggu perkembangan preovulasi folikel ovarium. Konversi peripheral androgen menjadi estrogen menyebabkan kadar estrogen tonik lebih tinggi dari yang biasa ditemukan secara normal pada fase folikuler awal dan menghambat keluarnya FSH dari kelenjar pituitary. Pada wanita yang menderita PCOS terjadi penurunan sensitifitas insulin yang menyebabkan hipersekresi insulin. Hiperinsulinemia berasal dari stimulasi langsung insulin pada sel theca yang juga menyebabkan sekresi androgen. Meningkatnya hormone androgen dan insulin menyebabkan menurunkan produksi dan sekresi hepatic SHBG yang mana penurunan produksi SHBG menyebabkan meningkatnya hormone testosterone bebas. Dalam jangka panjang, resistensi insulin yang terkait dengan PCOS dapat menyebabkan meningkatnya resiko penyakit metabolik (DM dan penyakit jantung). Tidak disekresikannya estrogen dapat menyebabkan hyperplasia endometrium dan endometrial carcinoma.

Terapi
            Pemilihan terapi untuk hyperandrogenism didasarkan pada sumber hyperandrogenism tujuan terapi, dan resiko serta manfaat jangka panjang. Terapi hyperandrogenism harus dimulai sedini mungkin untuk menghindari perkembangan penyakit lebih lanjut. Intervensi yang bisa diberikan berupa terapi nonfarmakologi yang meliputi,
a). Penurunan berat badan, dapat mengurangi kadar hormone androgen, meningkatkan SHBG, dan memperbaiki ovulasi. Pengurangan 7% berat badan dapat mengembalikan fertilitas, menurunkan hirsutism, dan meningkatkan induksi ovulasi. b). Pembedahan tumor ovarium atau virilizing adrenal, dan c). Elektrocauter pada pasien dengan PCOS. Sedangkan terapi farmakologi meliputi :
1. Terapi dengan Glucocorticoid, yaitu prednisone 5-7,5 mg atau dexametason 0,25-0,5 mg diberikan setiap hari selama 2-3 bulan. Jika kadar hormone androgen tetap tidak normal, maka dosis diturunkan menjadi 5 mg prednisone atau 0,25 mg dexametason selama 2-3 bulan, dan setiap waktu dosis bisa diturunkan setengahnya atau dihentikan. Kadar hormon androgen harus diukur setiap 3 atau 4 bulan selama 1 tahun untuk mendeteksi jika terjadi kekambuhan. Penurunan kadar androgen dapat mengobati jerawat, efek minor pada hirsutism (memperlambat laju pertumbuhan rambut dan melembutkanny), peningkatan aktivitas ovulasi, kembalinya fertilitas, dan meningkatkan kepekaan terhadap efek clomiphene sitrat pada induksi ovulasi.
2. Terapi dengan Kontrasepsi oral
Penggunaan generasi ketiga kontrasepsi oral progestin yaitu desogestrel dan norgestimate dapat mengurangi jerawat dan hirsutism ringan. Kombinasi kontrasepsi oral dan agen antiandrogen, khususnya spironolakton sering digunakan pada pasien hirsutism berat atau alopecia. Keuntungan utama adalah penurunan insidensi kanker endometrial dan ovarium. Kontraindikasi pada pasien dengan riwayat phlebitis, migrant berat, peningkatan berat badan, dan resiko peningkatan resistensi insulin. Penggunaan jangka panjang bisa menyebabkan disfungsi ovulasi berat, yang bisa berkembang menjadi anovulasi dan amenorrheic.
3. Terapi dengan Antiandrogen
Sprinolakton adalah antiandrogen yang bersaing dengan testosterone dan DHT pada reseptor androgen. Dosis minimal 100 mg sehari dalam dosis terbagi dan dapat ditingkatkan sampai 200 mg sehari. Efek samping meliputi pusing, kelelahan, perubahan suasana hati, penurunan libido, sakit kepala, dan mastalgia. Pada pasien dengan alopecia, penggunaan spironolakton dapat meningkatkan pertumbuhan rambut dan mencegah kerontokan rambut.
Cypterone asetat penggunaannya belum disetujui oleh FDA, tetapi dilaporkan efektif untuk terapi hyperandrogenism dan memiliki aktivitas yang sama atau sama baik bila diberikan dengan ethinyl estradiol dibandingkan dengan kombinasi spironolactone dan kontrasepsi oral.
Flutamide, dosis 250 mg per hari atau 2 kali sehari merupakan antiandrogen yang menghalangi ambilan dan ikatan nuclear, sangat efektif untuk mengobati hyperandrogensm tapi memiliki potensi walaupun jarang, menyebabkan hepatotoksisitas fatal. Flutamide harus digunakan hati-hati hanya pada kasus berat yang resisten dengan pengobatan lain.
Ketokonazol, merupakan antifungi yang efektif untuk mengobati gejala hyperandrogenism tetapi dapat menyebabkan hepatotoksisitas serius sehingga penggunaannya masih dipertanyakan.
4. Terapi dengan 5α-Reductase Inhibitor
Finasteride dosis 5-7,5 mg sehari, menghalangi konversi intraseluler testosterone menjadi DHT sehingga mengurangi jumlah DHT yang berinteraksi dengan hormone androgen. Kadar plasma hormone testosterone meningkat tapi DHT menurun. Efek samping ringan pada saluran GI dan tidak mempengaruhi siklus menstruasi. Harus menghindari kehamilan selama penggunaan obat karena menyebabkan ketidakjelasan alat kelamin pada janin laki-laki.
5. Terapi dengan Insulin-Sensitizing agent
Merupakan terapi pilihan untuk pengobatan awal pada wanita dengan hiperandrogenism terutama PCOS dan resistensi insulin, obesitas, serta oligomenorrhea sedang sampai berat. Menunjukkan perbaikan klinis pada hirsutism dan siklus menstruasi.
Metformin
Mengurangi manifestasi hyperandrogenism dan perbaikan siklus menstruasi. Dosis awal 850 mg pagi hari bersama makanan kemudian ditingkatkan 1700 mg setelah 2 sampai 3 minggu dalam dosis terbagi pada makan pagi dan malam. Atau 500 mg 2 kali sehari ketika makan malam dan ditingkatkan sampai 1000 mg 2 kali sehari. Efek samping paling umum pada GI adalah kembung, mual, muntah dan diare pada awal terapi. Terjadinya asidosis laktat sangat langka dan biasanya pada pasien dengan gangguan ginjal.
Thiazolidione
Digunakan secara tunggak atau kombinasi pada terapi DM tipe 2. Efek utama dicapai dengan peningkatan sensitifitas insulin pada otot dan jaringan adipose serta glukoneogenesis hepatic. Penurunan resistensi insulin disertai dengan penurunan hiperinsulinemia tanpa penuranan berat badan.
6.  Terapi dengan GnRH agonis
Paling efektif pada ovarian hyperandrogenism berat, sediaan depot yang diberikan interval bulanan. Diberikan bersamaan dengan estrogen dan progesterone untuk menghindari hypoandrogenism dan gejala vasomotor parah.
7. Terapi dengan bromocriptin yang merupakan reseptor agonis dopamine diberikan 5-7,5 mg dalam dosis terbagi bersama makanan diindikasikan pada wanita dengan hyperandrogenism yang memiliki hyperprolaktinemia. Bromocriptine memperbaiki siklus menstruasi pasien hyperprolaktenimia yang memiliki PCOS dan mengurangi hirsutism. Pemberian bromocriptin harus dilakukan bertahap untuk mengurangi pusing, hipotensi dan mual.


REFERENSI
Anonim, 2001, AACE Hyperandrogenism Guidlines, Endocr Pract, 7(2), 121-134.
Hacker, N.F., Gambone, J.C., & Hobel, C.J., 2010, Hacker and Moore’s Essentials of Obstetrics and Gynecology, 5th Ed, Elsevier Inc, Philadelphia.
Hoeger, K.M., 2007, Contemporary Endocrinology: Androgen Excess Disorders in Women: Polycistic Ovary Syndrome and Other Disorders, 2nd Ed, Humana Press Inc, Totowa.
Karnath, B.M., 2008, Signs of Hyperandrogenism in Women, Hospital Physician, 25-30.











Titik Rawan Kehalalan Kosmetika

Tulisan ini dibuat waktu masih awal-awal banget jadi mahasiswi, jadi mohon pengertian kalau referensinya rada membingungkan, soalnya sayang juga kalau gak di post :)

credit to owner

Lingkungan dan pergaulan mengharuskan seorang wanita untuk tampil menarik dan cantik. Salah satu cara untuk menjaga penampilan adalah dengan menggunakan produk perawatan kecantikan seperti kosmetika. Menurut Badan POM (Pengawas Obat dan Makanan) Depkes, kosmetika adalah sediaan atau paduan bahan yang siap untuk digunakan pada bagian luar badan (epidermis, rambut, kuku, bibir dan organ kelamin luar) gigi dan rongga mulut untuk membersihkan, menambah daya tarik, mengubah penampakan melindungi supaya tetap dalam keadaan baik, memperbaiki bau badan. Tapi, tidak dimaksudkan untuk mengobati atau menyembuhkan penyakit. Kesadaran tentang keamanan kosmetika yang digunakannya sudah semakin meningkat dalam masyarakat sejalan dengan munculnya berbagai kasus dampak penggunaan bahan berbahaya dalam kosmetika, akan tetapi kesadaran dalam penggunaan kosmetika yang halal masih tergolong rendah.
Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Menurut Pew Forum on Religion and Public Life, pada tahun 2009 jumlah penduduk muslim di Indonesia sebanyak 202.867.000 jiwa atau sekitar 88,2% dari total penduduk seluruhnya. Jika dibandingkan dengan jumlah seluruh muslim di dunia sebesar 1.654.941.394 jiwa, maka sekitar 12% dari jumlah kaum muslim di dunia berada di Indonesia. Melihat kenyataan ini, tentunya kosmetika yang halal merupakan suatu kebutuhan yang amat mendesak di Indonesia.
Dengan semakin majunya teknologi dalam pembuatan kosmetika, maka penggunaan bahan baku alternatif yang bervariasi tidak terelakkan lagi. Tapi apakah semua bahan baku yang digunakan dalam kosmetika tersebut halal? Jawabannya TIDAK. Karena pada kenyataannya banyak digunakan bahan-bahan baku yang tidak halal baik itu disebabkan oleh sumbernya maupun sifatnya yang na’jis. Berikut adalah bahan-bahan baku kosmetika yang sifatnya tidak halal tetapi banyak digunakan :
1.   Sodium Heparin
Sodium heparin adalah mukopolisarida tersulfatasi yang banyak terdapat dalam jaringan mamalia. Sodium heparin yang telah diproduksi secara komersial ternyata berasal dari jaringan mukosa (permukaan bagian dalam usus) babi. Produk ini banyak diproduksi di Cina, kemudian diekspor terutama ke Amerika Serikat dan Eropa. Sodium heparin dalam dunia kosmetik merupakan salah satu bahan dalam pembuatan cream untuk nutrisi kulit, cream untuk sekitar mata, produk-produk anti acne atau jerawat dan juga hair tonic. Bahan ini memiliki efek perawatan pada kulit, memperbaiki sirkulasi dan meningkatkan suplai gizi serta meningkatkan ekskresi sisa metabolisme.
2.   Plasenta
Plasenta atau ari-ari merupakan organ manusia yang berfungsi sebagai media nutrisi untuk embrio yang ada dalam kandungan. Ia memiliki bobot seberat 600 gram berdiameter 16-18 cm, dan mengandung 200 ml darah yang mengisi jaringan seperti spon. Selama berfungsi sebagai sumber kehidupan, embrio plasenta kaya akan kandungan darah dan juga protein seperti albumin, hormon seperti estrogen dan substansi lain seperti asam deoxy ribonukleat dan asam ribonukleat. Dalam pembuatan kosmetik, ekstrak plasenta merupakan sumber protein biologis yang bisa berasal dari hewan maupun manusia. Biasanya ia menjadi bahan baku krem regenerasi untuk memperbaiki elastisitas kulit dan mencegah degenerasi sel. Dengan demikian, plasenta diaplikasikan sebagai faktor eksogenik untuk menstimulir regenerasi sel, sehingga menghasilkan fungsi kulit yang diinginkan, yaitu kulit muda belia. Produk-produk yang juga mengandung ekstrak plasenta yang ditemukan di pasar antara lain sabun mandi, lotion, perawatan kulit, dan juga bedak.               
3.   Kolagen
Kolagen adalah protein jaringan ikat yang liat dan bening kekuningan, bila terpapar panas akan mencair menjadi cairan yang agak kental seperti lem, tidak larut dalam air dan mampu menahan air. Kolagen sangat penting untuk proses pertumbuhan sel, sehingga sangat penting untuk proses regenerasi sel, menjaga kelenturan kulit, serta mencegah keriput. Biasa dipakai dalam hand and body lotion, serta pelembab. Dalam dunia industri kosmetik, kolagen biasa diperoleh dari hewani (misalnya sapi dan babi) atau manusia.

Selain bahan-bahan tersebut di atas, juga terdapat bahan pengemulsi (emulsifier) yang banyak digunakan dalam beberapa produk kosmetik yang merupakan campuran emulsi sebagai bahan penstabil emulsi, elastin dalam produk kosmetik perawatan kulit, bibir dan rambut, asam lemak esensial banyak digunakan dalam produk kosmetik khususnya perawatan kulit (termasuk sabun) dan hormon serta enzim yang sumbernya masih banyak berasal dari babi.
Maraknya penggunaan bahan kosmetika yang haram tersebut tentunya membuat masyarakat muslim perlu lebih meningkatkan pengetahuan tentang kehalalan bahan kosmetika agar dapat memilah dan memilih kosmetika yang akan digunakannya. Akan tetapi pengetahuan ternyata tidak cukup untuk menentukan pilihan karena sampai saat ini masih belum banyak produk kosmetika yang mau mencantumkan komposisi bahan penyusun produknya pada label kemasan. Pada umumnya produsen hanya mencantumkan bahan aktif yang digunakan, bahkan masih sangat banyak yang tidak mencantumkan sama sekali
Menghadapi masalah tersebut, berikut langkah-langkah yang bisa ditempuh dalam memilih kosmetika yang halal :
1. Label Halal
Pastikan ada label MUI yang menyertai label halal, karena jika tidak maka Anda patut meragukan kehalalannya. Untuk lebih meyakinkan, maka kehalalan suatu produk kosmetika dapat dilihat secara langsung dalam edaran yang dikeluarkan oleh MUI.
2. Daftar Komposisi Bahan
Konsumen perlu mengetahui jenis-jenis bahan yang dikandung dalam produk kosmetika yang akan dipilihnya. Informasi ini dapat diketahui jika produsen dengan jujur mencantumkan daftar bahan yang digunakan pada label kemasan. Produsen biasanya hanya mencantumkan bahan aktif yang terkandung dalam produknya, tetapi ada pula yang hanya mencantumkan khasiat tanpa keterangan bahan sama sekali. Menghadapi kondisi seperti ini konsumen harus lebih ulet lagi mencari jalan untuk mendapatkan informasi, atau mencari alternatif produk lain yang lebih informatif.



Referensi :
Berbagai sumber


The Beginning : Tsubasa Reservoir Chronicle and Tsubasa World Chronicle


*inhale* *exhale*, I was really excited when I knew that Clamp would make the sequel of Tsubasa Reservoir Chronicle–one of my favorite manga-, Tsubasa World Chronicle. So who is Clamp? Clamp is my favorite manga artist, consists of four female members.

from left to right -Syaoran, Fai, Kurogane, Sakura-
credit to owner
If you never read Tsubasa Reservoir Chronicle, I suggest you to read it first before you read Tsubasa World Chronicle because their stories are related. Tsubasa Reservoir Chronicle follows the journey of Sakura, Syaoran, Fai, and Kurogane to travel dimensions, helped by Mokona (a creature gifted by Yuko, a dimensional witch). Each of them have different reasons to travel dimensions. Syaoran and Sakura are from Clow Kingdom, they are childhood friends. Syaoran is a young archaeologist while Sakura is a princess of Clow Kingdom. They travel across dimensions to gather Sakura’s soul (formed as feathers, shattered by the villain Fei-Wong Reed to obtain the power to bring back the dead one). In order to travel dimensions, they must pay a great price, the thing most important to them. Syaoran pays with her memories with Sakura, so does Sakura, she pays with her memories with Syaoran. Meanwhile Fai wishes to not return to his home world, Celes, to avoid his King, Ashuras. He offers the tattoo that suppresses his enomormous magical strength and power. Kurogane wants to travel across dimensions to return to his world after being banished by Princess Tomoyo so he can learn what the meaning of true strength. His price is his sword, Ginryu. It later reveals that the Sakura and Syaoran who first do the journey are not the original Sakura and Syaoran, they are both clones. The original Sakura was kidnapped by Fei-Wong Reed and placed near him while the original Syaoran was prisoned. He gave one of his eye as a soul for clone Syaoran, that’s why the clone had memories about Syaoran’s life. Well actually it really a complicated story, but in the end Fei-Wong Reed gets killed, both the original Sakura and Syaoran are back to Clow Kingdom, accompanied by Kurogane and Fai. The truth is, Syaoran is actually not from Clow Kingdom, he’s sent by his mother who could see future through her dream to Clow Kingdom because someone in Clow Kingdom needed him. Both of Sakura and Syaoran share the same name, Tsubasa –the title of the manga itself-. Syaoran, Kurogane, Fai, and Mokono decide to leave Clow Kingdom and thus begins the story of Tsubasa World Chronicle. If you want to know the details about Tsubasa Reservoir Chronicle, please visit tsubasa.wikia.com, it will help you a lot. And I will really welcome you if you decide to become a fan of the amazing Tsubasa Reservoir Chronicle. J
Well, later I’ll try to recap Tsubasa World Chronicle. Please pray for me, because my life is getting bussier –a thing called apothecary work practice will begin on Monday-, but as long as I don’t complain and enjoy my life, it will be okay.

Syaoran and Sakura, they're really sweet together, aren't they?
To be continued….

Thursday, January 29, 2015

More Than Blue (2009)




Cast :
·         Kwon Sang-woo  as K (Kang Chul Kyu)
·         Lee Bo-young as Cream (Eun-Wool)
·         Lee Beom-soo as Cha Joo-hwan
·         Jeong Ae-yeon as Jenna

Synopsis (contains major spoilers) :
K and Cream are bestfriends, they have been living together since high school. Both are orphans, K’s dad passed away because of cancer and his mom left him. Cream’s parents and her sister passed away because of an accident. K is a nickname given by Cream, she feels the name Kang Chul Kyu is corny, while K gives her the name Cream because she is cold like an ice cream, also sweet and soft. K really loves Cream, but he’s diagnosed with terminal cancer so he can’t tell her, afraid it will burden her. K’s wish before he died is to marry Cream off with a great man. So when Cream tells K that she’s in love with Joo Hwan, K does his best to unite them, even it means breaking him off with his fiancée (Jenna). Cream and Joo-Hwan then get married, and one month after the wedding, K dies
In the flashback, it was told that Cream actually knew K had terminal cancer. She pretended to fall in love with Joo-Hwan and marry him to grant K’s last wish. Not long after K’s death, Cream follows him by commiting suicide.
This is one of the most tear-jerking movie, and Kwon Sang Woo is also known as an actor specializing in melodrama. So, I kinda expect that this movie would make me shedding tears. Well, that’s absolutely true. At first, I don’t really understand why K just holds back his feeling to Cream and doesn’t tell her that he loves her. I guess if he does tell her then there wont’t be this movie. But, I’m absolutely wrong. A night before her wedding, he told her that he loved her and she answered that she loved him back, but Cream kept getting married. And I’m wondering why didn’t she cancel her wedding? Well maybe, just maybe if she canceled the wedding, then K would know that Cream had known that he would die. Then he would be sad, the thing Cream didn’t want to happen. Beside that, by being her best man, they’re walking down the aisle together and getting married symbolly. Although it’s not flawless, but this movie is really worth to watch.
If I can’t summarize this movie with a song, then the song ‘No one else’- sung by Lee Seung Chul and one of this movie’s ost- really fits it right. Here’s the english translation : 

No One Else

Even if I’m reborn a thousand more times
there wouldn’t be another person like you Mm~
The person who would warm up my sad life
I’m grateful for that person
For that person, my heart could hurt indefinitely.
Even if I can’t tell that I love you,
the fact that I’m able to look at you from a distance,
give you everything and love you
Even if I’m sad, i’m happy
There is no other love in the world
that would make my chest shake with anticipation like this
My one love that I’ve hidden so far within my memories
For a person like you,
I could endure painful tears indefinitely.
Even if I can’t tell that I love you,
the fact that I’m able to look at you from a distance,
give you everything and love you
Even if I’m sad, I’m happy.
I don’t want anything else except your laughter.
With it I’ll be happy
Because love is all about giving, just about giving
So even if I’m sad, I’m happy.


Lesson learnt : loving is a kind of blessing, why should sacrifice your own happiness for the one you love when both of you could be happy together?

In Time With You (2011)


This is my first drama review, so please forgive the inconsistency. Enjoy!

credit to owner

Cast :
·         Ariel Lin as Cheng You Qing
·         Bo-Lin Chen as Li Da Ren
·         Andrea Chen as Maggie
·         Sunny Wang as Ding Li Wei

Plot :
A drama about a 30 years old woman, Cheng You Qing and her 14 years bestfriend, Li Da Ren. Li Da Ren sent an email to Cheng You Qing on her 30th birthday about ‘the symptom of premature aging’, later she made a bet with Li to see who will get married first before they turned 35. As she looked around for a potential husband, she discovered that she was surrounded by unacceptable candidates, like gay assistant or cheating ex-boyfriend. The only man who could love her despite all her flaws is her best friend. The only problem was that they both swore that they were not or will ever be romantically attracted to each other.
Actually the drama released in 2011, unfortunately I only managed to watch it on Dec, 2014. The premise is simple, about a bestfiend turns in to lover and later husband. But who doesn’t love this kind of story? What makes it complicated is the journey itself to find the meaning of true love.

Acting :
I love Ariel Lin in this drama. As a korean drama lover, this is my first time to watch Taiwanese drama since Silence. So in my limited opinion, Ariel’s chemistry with Bolin is great, because they could make me shedding tears and investing in their story. Okay, actually Bolin is amazing as Li Da Ren, potrayed a calm and understanding bestfriend. Me, myself wants a bestfriend like him, only if he does exist in this real world.

Lesson learnt : better to write a song to express your feeling (kidding J). Well the truth is having a bestfriend as your spouse, is the most amazing thing happened in life.

P.S I’m writing this review while listening to I won’t love you by Chen Bo-Lin, and tear is almost flying out from my eyes. Bolin’s voice is so so (sorry), but its lyrics are mesmerizing

Wednesday, January 28, 2015

Dismenore (Nyeri Haid)


Artikel ini adalah reblog dari tulisanku di pharmaselfcare.wordpress.com, dengan beberapa perubahan.

Kebanyakan wanita menjelang dan hari awal menstruasi tentu sering mengalami nyeri haid, atau istilah medisnya dismenore. Dismenore sebenarnya ada 2, yaitu dismenore primer dan sekunder. Namun istilah dismenore yang dibahas di sini mengacu pada dismenore primer. Dismenore atau yang biasa dikenal dengan nyeri haid dicirikan dengan timbulnya gejala kram pada perut bagian bawah menjelang atau selama haid/menstruasi. Gejala tidak nyaman ini disebabkan karena tingginya kadar prostaglandin (PGF2a) dan leukotrien di dalam darah. Kedua mediator ini dapat merangsang terjadinya kontraksi (rasa seperti diremas-remas) untuk meluruhkan lapisan rahim sehingga timbul kram. Dismenore tidak berbahaya tetapi adakalanya dapat menimbulkan gejala nyeri yang mengganggu aktivitas.

Credit to owner

Apa penyebab dismenore?
Penyebab dismenore biasanya tidak jelas (idiopatik) dan sering diasosiasikan dengan faktor kejiwaan seperti stress.

Bagaimana gejala dismenore?
Dismenore menyebabkan nyeri pada perut bagian bawah, yang bisa menjalar ke punggung bagian bawah dan tungkai. Nyeri dirasakan sebagai kram yang hilang timbul atau sebagai nyeri tumpul yang terus menerus ada. Rasa nyeri ini bisa disertai dengan mual, muntah, letih, mudah marah, pusing, diare dan sakit kepala. Gejala biasanya timbul beberapa jam sebelum terjadinya haid/menstruasi dan akan berkurang dalam 48 jam (2 hari) hingga 72 jam (3 hari).


Bagaimana mengatasi dismenore?
Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi rasa nyeri pada dismenore baik itu dengan non obat atau obat.
Terapi non obat dapat dilakukan untuk meringankan gejala dismenore :

  • Kompres perut bagian bawah dengan botol berisi air panas atau bantalan panas guna membantu meredakan nyeri.
  • Minumlah banyak air dan batasi konsumsi garam dan minuman berkafein (seperti kopi dan teh) untuk mencegah terjadinya kelebihan cairan dan perut kembung.
  • Berolahraga secara teratur/rutin. Olah raga seperti aerobic dapat membantu mengatasi nyeri haid karena menyebabkan pelepasan hormone endorphin yang merupakan hormon alami tubuh untuk meredakan nyeri.
  • Makanlah makanan sehat yang kaya akan zat besi, kalsium, dan vitamin B seperti susu, keju, bayam, sawi, brokoli, kacang dan jeruk.
  •  Istirahat yang cukup.
  • Lakukan aktivitas untuk menghilangkan stres seperti pijat, yoga, atau meditasi untuk membantu meredakan gejala dismenore.
  • Pada saat berbaring, tinggikan posisi panggul hingga melebihi posisi bahu untuk membantu meredakan gejala dismenore.
Obat-obat yang bisa dibeli tanpa resep dokter untuk meringankan gejala dismenore:
  • Antiinflamasi Non Steroid (AINS) Non Salisilat seperti Ibupofen merupakan obat pilihan pada dismenore. AINS Non Salisilat dapat meredakan gejala dismenore sedang sampai berat. Efek samping yang paling sering terjadi adalah rasa tidak enak pada lambung, mual atau rasa panas pada dada. Selain itu dapat memperbanyak darah menstruasi/haid. Dosis untuk dewasa : 1-2 tablet 200 mg setiap 4-6 jam (maksimal 1200 mg sehari) diminum bersama atau segera setelah makan.
  • Aspirin mampu mengatasi gejala dismenore ringan. Aspirin ini bisa menyebabkan meningkatnya darah menstruasi/haid dan sebaiknya dihindari pada remaja. Dosis untuk dewasa : 1-2 tablet 500 mg setiap 4-6 jam (maksimal 4000 mg sehari) diminum bersama atau segera setelah makan.
  • Paracetamol mampu mengatasi gejala dismenore ringan. Dosis untuk dewasa : 1-2 tablet 500 mg setiap 4-6 jam (maksimal 4000 mg sehari) dapat diminum dengan atau tanpa makanan. Kombinasi paracetamol dengan ekstak hiosiamin seperti pada Feminax® selain dapat meredakan nyeri juga kram pada perut.

Kapan dismenore harus dirujuk ke dokter?
Jika gejala dismenore tidak membaik dalam 48 jam (2 hari)
      Dismenore berat atau darah haid berlebihan.
Pada usia > 25 tahun dismenore terjadi bukan akan atau saat menstruasi/haid.
Riwayat penyakit inflamasi pelvis (pelvic inflammatory disease atau PID), kemandulan, siklus menstruasi yang tidak teratur, endometriosis, dan kista ovarium.
Penggunaan kontrasepsi intrauterine device (IUD)
Alergi aspirin atau AINS
Menggunakan warfarin, heparin, atau litium.
Menderita penyakit seperti maag, tukak peptik, dan gastro esophageal reflux disease (GERD)
Pendarahan



REFERENSI
Anonim, 2011, MIMS Indonesia Petunjuk Konsultasi, Edisi 11, 77-79, 126-151, PT Medidata Indonesia, Jakarta.
Anonim, 2011, ISO : Informasi Spesialite Obat Indonesia, Vol. 46, 16, PT. ISFI Penerbitan, Jakarta.
Shimp, L.A., 2009, Disorders Related to Menstruation, dalam Berardi, R.R., Ferreri, S.P., Hume A.L., Kroon, L.A., Popovich, N.G., Newton, G.D., Remington, T.L., Rollins, C.J., Shimp, L.A. & Tietze, K.J. (Eds), Handbook of Nonprescription Drugs : An Interactive Approach to Self Care, Sixteenth Ed, 138-144, American Pharmacist Association, Washington DC.
Umland, E.M., Weinstein, L.C. & Buchanan, E.M., 2008, Menstruation-Related Disorders, dalam Dipiro, J.T., Talbert, R.L., Yee, G.C., Matzke, G.R., Wells, B.G. & Posey, L.M., Pharmacotherapy : A Pathophysiologic Approach, Seventh Ed,.  1338-1340, Mc Graw Hill, New York.